Jadikan Minang Sebagai Nama Khas Tujuan Wisata : ‘Visit Minang Beautiful”

Written by Maizar Rahman
Tuesday, 01 August 2006
Indonesia begitu besar, penduduknya 30 kali Austria ataupun Swiss . Turis yang mengunjungi Austria 19 juta orang per tahun. 2,5 kali penduduknya, mereka membelanjakan 14 milyard
dollar di sana.  Kalau mau dianalogikan, maka ranah Minanglah yang mampu menandingi keindahan dan daya tarik turis dari kedua negara tersebut. Maka tidak mustahil turis yang masuk ranah Minang juga 2,5 kali jmlah penduduk daerah ini atau 10 juta orang per tahun. Maka, turisme saja, bila berandai-andai, akan mampu menaikkan pendapatan per kapita penduduk ranah Minang sebesar 2000 dollar per tahun.
Ketakutan penduduk daerah akan rusaknya budaya oleh kedatangan turis-turis tidaklah beralasan. Pengaruh perusakan dari siaran televisi sangat jauh lebih besar. Turis-turis tidak masuk ke kawasan penduduk. Dengan waktu tinggal hanya beberapa hari, fokus kunjungan mereka lebih ke objek wisata alam, wisata peninggalan sejarah dan wisata pertunjukan kesenian dan budaya. Turis-turispun tidak berkeberatan bila diminta masuk ke ranah Minang dengan pakaian sopan. Mereka cukup dewasa untuk memahami adat setempat.Mungkin tidak perlu dibicarakan secara rinci apa yang harus dilakukan untuk menyiapkan ranah Minang jadi daerah wisata internasional karena semuanya sudah ada panduan atau
‘teori’nya, banyak textbook tentang itu, banyak konsultan yang mampu memberikan arahan.

Yang ingin disampaikan dalam saran pendek ini adalah bagaimana promosinya agar dunia mengenal dan tertarik mengunjungi ranah Minang. Kita sering melihat iklan wisata di CNN seperti ‘Truly Malaysia’ , demikian juga iklan-iklan gencar lain mengenai Thailand, Egypt dan lain-lain.
Mengingat begitu luasnya Indonesia, maka  iklan  ‘visit Indonesia’ jadinya sangat  umum. Karena itu tidak kalah pentingnya juga secara khusus mengkampanyekan ‘Minang beautiful’ atau ‘Minang Wow’ atau ‘lovely Minang’ atau slogan lain yang lebih mengambil perhatian. Ciptakan suatu citra unik ‘Minang’ seperti halnya ‘Bali’

Dengan semangat otonomi daerah maka republik  ini dengan senang hati mempersilahkan daerah untuk mencari kiat-kiat untuk meningkatkan kemakmurannya, termasuk promosi.

Promosi ini dilakukan secara internasional baik media cetak dan elektronik seperti  CNN, BBC, CNBC dan lain-lain yang cakupannya luas. Pengenalan ‘Minang’ boleh identik dengan
pengenalan Indonesia, tapi bilamana Indonesia yang sangat luas ini, mengalami gangguan di satu daerahnya, maka ‘Minang’ tidak akan ikut terpengaruh besar. Turis lebih mengenal ‘Minang’ sebagai Minang dan hanya ingin kepastian bahwa ‘Minang’ masih tetap aman dan layak kunjung.

Untuk itu tentu diperlukan dana yang besar. Agar pemerintah Sumbar tidak perlu mengeluarkan dana jalan keluar yang dapat dicoba adalah bekerjasama dengan konsultan internasional yang kuat. Mereka dijanjikan keuntungan berupa royalty yang diambilkan dari peningkatan pajak daerah yang berasal dari turisme selama beberapa waktu sampai modal mereka kembali dengan keuntungan yang layak.

Malaysia, dengan waktu cepat mampu menggaet jutaan turis dengan kampanye ‘Truly Asia’ nya. Makan Insya Allah demikian juga dengan ranah Minang dengan kampanye ” Lovely Minang’ atau ‘Beautiful Minang’ nya.

Tentu perlu dicatat bahwa ranah Minang sekaligus juga membenahi diri dengan segala perangkat, baik manusia, keamanan, sistem dan fasilitas, yang mampu menerima turis mancanegara secara berkualitas prima internasional.

Maizar Rahman

Penulis adalah Ketua Dewan Gubernur OPEC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s